بسم الله الرحمن الرحيم
إن الحمد لله، نحمده ونستعينه، ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، أما بعد، فان أصدق الحديث كتاب الله، وأحسن الهدي هدي محمد، وشر الامور محدثاتها، وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار
Alloh 'azza wa jalla berfirman:
تبارك الذي بيده الملك وهو على كل شيء قدير * الذي خلق الموت والحياة ليبلوكم أيكم أحسن عملا وهو العزيز الغفور
"Telah banyak kebaikan dan kenikmatan Alloh atas seluruh makhluk-Nya, yang di tangan-Nyalah kekuasaan dunia dan akhirat. Perintah dan hukumnya berlaku pada keduanya dan Dialah yang berkuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan kematian dan kehidupan ini untuk menguji kalian -wahai manusia-, siapa di antara kalian yang paling bagus dan ikhlas amalannya. Dia adalah Al-'Aziz, maha perkasa yang tidak terkalahkan oleh siapapun lagi Al-Ghofur, maha pengampun bagi siapa yang bertaubat dari hamba-hamba-Nya." (Tafsir Muyassar QS. Al-Mulk: 1-2)
كل نفس ذائقة الموت ونبلوكم بالشر والخير فتنة وإلينا ترجعون
"Setiap jiwa itu pasti akan merasakan kematian, selama apapun ia hidup di dunia. Tidaklah keberadaannya dalam kehidupan ini, melainkan untuk diuji dengan beban syariat berupa perintah dan larangan dengan berbolak-baliknya keadaan antara kebaikan dan kejelekan. Kemudian tempat kembalinya nanti setelah itu adalah kepada Alloh semata untuk dihitung amalannya dan dibalasi dengan balasan yang setimpal." (Tafsir Muyassar QS. Al-Anbiya': 35)
Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:
ما لي وللدنيا؟ ما أنا في الدنيا إلا كراكب استظل تحت شجرة، ثم راح وتركها
"Apa urusanku dengan dunia?! Tidaklah keadaanku di dunia ini, melainkan seperti pengendara yang berteduh sejenak di bawah sebuah pohon, lalu pergi dan meninggalkannya." (HR. Ahmad dan selainnya dari Ibnu Mas'ud rodhiyallohu 'anhu, dishohihkan oleh Imam Al-Albaniy rohimahulloh dalam Ash-Shohihah, no. 438)
Kaum muslimin yang dimuliakan oleh Alloh ta'ala, petunjuk Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam dalam penyelenggaraan jenazah itu merupakan sebaik-baik petunjuk, berbeda dengan selainnya dari umat manusia. Petunjuk tersebut mencakup perlakuan baik bagi si mayit berupa hal-hal yang bermanfaat baginya di kuburan serta hari kebangkitannya, juga perlakuan yang baik pula bagi keluarga dan kerabat yang ditinggalkannya. Diantara petunjuk beliau dalam hal itu adalah penegakan 'ubudiyah (penghambaan) terhadap Robb tabaroka wa ta'ala dengan sebaik-baik keadaan dan perlakuan baik terhadap si mayit dengan mempersiapkannya untuk menuju Alloh ta'ala dengan seutama-utama keadaan.
Mengingat bahwa hukum-hukum penyelenggaraan jenazah itu termasuk ilmu syariat yang wajib dipelajari dan sangat diperlukan serta keadaan kebanyakan kaum muslimin jaman sekarang yang jauh sekali dari petunjuk Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam dalam hal peribadatan, diantaranya adalah masalah ini, yang disebabkan banyak dari mereka yang meninggalkan untuk mempelajari ilmu agama, terutama ilmu hadits dan sunnah. Sebaliknya mereka tekun dalam mendalami ilmu-ilmu keduniaan dan berbagai pekerjaan guna mengumpulkan harta untuk kehidupan dunia mereka. Ditambah lagi dengan adanya bid'ah-bid'ah serta berbagai macam penyimpangan yang terjadi pada masalah ini, maka perlu untuk disampaikan suatu risalah -meskipun sederhana- tentang hukum-hukum atau tata cara pengurusan jenazah yang sesuai dengan sunnah dan terhindarkan dari kebid'ahan dan kemaksiatan dengan mengambil faedah dari karya-karya para ulama sunnah yang telah diakui keilmuannya. Dengan demikian, diharapkan kaum muslimin dapat melakukan apa yang sifatnya wajib atas mereka -di atas ilmu dan bashiroh- terhadap kerabat dan saudaranya yang meninggal dunia.