Tampilkan postingan dengan label Aqidah & Manhaj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aqidah & Manhaj. Tampilkan semua postingan

BID'AH & TABDI' SERTA HAJR MUBTADI'



بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه أما بعد

Ikhwati fillah, ini adalah terjemahan sebuah tanya-jawab (fatawa) manhaji berkaitan dengan pengertian bid'ah, macam-macamnya serta masalah tabdi' (menghukumi seseorang sebagai ahli bid'ah atau mubtadi') dan hajr (memboikot) ahli bid'ah tersebut. Pertanyaan ini dijawab oleh Fadhilatus Syaikh Al 'Allamah Ahmad bin Yahya An Najmi rohimahullohu ta'ala dalam kitab Al Fatawa Al Jaliyyah 'Anil Manahij Ad Da'awiyyah (2/146-148).

Kemudian, disusul dengan terjemahan bimbingan Syaikhuna Yahya Al Hajuri hafidhohulloh mengenai memvonis seseorang dengan mubtadi' secara syar'i. Selamat menyimak dan semoga bermanfaat...

MENTABDI' ITU TIDAKLAH GAMPANG



بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والعاقبة للمتقين ولا عدوان إلا على الظالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وسلم، أما بعد

Pada kesempatan kali ini, kami sajikan sebuah risalah penting, berisi nasehat berharga yang berjudul:

النصح البين بأن التبديع ليس بهين

NASEHAT GAMBLANG, BAHWASANYA MENGHUKUMI SESEORANG SEBAGAI MUBTADI' ITU TIDAKLAH GAMPANG

Ditulis dan diterjemahkan oleh akhunal-fadhil Abu Ja'far Al Harits bin Dasril Al Andalasy -saddadahulloh-.

Selamat menyimak dan semoga bermanfaat…

BULAN MUHARROM & HARI 'ASYURO'



بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين الذي هدانا لهذا الدين وما كنا لنهتدي لولا أن هدانا الله وأشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله، أما بعد

Saudaraku yang dimuliakan oleh Alloh ta'ala, sehubungan dengan masuknya kita kaum muslimin ke dalam bulan Muharrom ini, maka pada kali ini akan disebutkan di sini beberapa keutamaan dan hukum-hukum yang berkaitan dengan bulan yang mulia ini secara umum. Semoga Alloh ta'ala memberikan kepada kita ilmu yang bermanfaat dan dapat mengantarkan kita menuju amalan yang sholeh, sehingga dengannya akan mendatangkan keridhoan-Nya.

WASPADAI Bid'ah-Bid'ah Akhir dan Awal Tahun Hijriyah



بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، أما بعد

Pada kesempatan kali ini, perlu disampaikan bahwa wajib atas kita seluruh kaum muslimin untuk melakukan introspeksi diri (muhasabah) di setiap waktu dan kesempatan. Alloh ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

"Wahai orang-orang yang membenarkan Alloh dan Rosul-Nya dan beramal dengan syariat-Nya, takutlah kalian kepada Alloh, berhati-hatilah terhadap hukuman-Nya dengan mengerjakan apa yang telah diperintahkan kepada kalian dan meninggalkan apa yang telah dilarang. Hendaknya setiap orang merenungkan apa yang telah ia kedepankan dari amalan-amalan untuk hari kiamat nanti. Takutlah kalian kepada Alloh pada setiap apa yang kalian datangi dan apa yang kalian tinggalkan. Sesungguhnya Alloh subhanahu itu Khobiir, maha mengetahui apa yang kalian kerjakan. Tidak ada yang tersamar bagi-Nya sesuatu pun dari amalan kalian dan Dia akan membalasi atas apa yang kalian kerjakan." (Tafsir Muyassar QS. Al Hasyr: 18)

FENOMENA TRAGIS PERPECAHAN UMAT AKHIR ZAMAN



بسم الله الرحمن الرحيم
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وسلم تسليما كثيرا، أما بعد

Perpecahan umat Islam merupakan kenyataan pahit yang dialami oleh kaum muslimin secara umum. Terlebih lagi pada akhir zaman, setelah merajalelanya kejahilan dan kecenderungan untuk mengikuti hawa nafsu dan kepuasan duniawi. Demikian juga, jauhnya mereka dari bimbingan ilahi dengan banyak meninggalkan ajaran agama yang lurus dan cenderung mengedepankan akal pikiran semata dalam menjalani kehidupan dunia ini. Dengan demikian, muncullah berbagai penyimpangan syariat baik berupa sikap ghuluw (berlebihan), banyaknya perdebatan dalam perkara agama, munculnya fanatisme sempit, kerusuhan dan pemberontakan terhadap waliyul amr, baik dari kalangan ulama’ maupun umaro’ atau sikap menyerupai dan mengekor terhadap orang-orang kafir. Hal itu semua merupakan sebab-sebab timbul dan maraknya perpecahan umat ini, sehingga menyebabkan keadaan umat Islam semakin terpuruk.

Akankah kita terus berpangku tangan dan acuh tak acuh terhadap kenyataan yang ada itu? Masa bodoh dengan nasib umat, bahkan terhadap keselamatan diri dan agama kita sendiri, sehingga kita akan terus terseret arus perpecahan itu?!

Tentunya sebagai seorang muslim yang baik, hendaknya cerdas dalam menanggapi apa yang terjadi di sekitarnya, terlebih lagi terhadap perkara-perkara yang berdampak buruk terhadap diri dan agamanya di dunia dan akherat, diantaranya adalah perpecahan umat tersebut. Hal itu dengan cara mengenal hakekat perpecahan itu sendiri serta mengetahui dan mengerti akan pentingnya untuk mempelajarinya.

Merubah Takdir Dengan Doa



بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Alloh ta'ala berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

"Robb kalian -wahai hamba-hamba Alloh- berfirman: "Berdoalah hanyalah kepada-Ku dan khususkanlah ibadah itu hanya untuk-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya untukmu. Sesungguhnya orang-orang yang berlaku sombong dari menunggalkan-Ku dalam ibadah dan uluhiyah, maka mereka akan memasuki neraka Jahannam dalam kehinaan." (QS. Ghofir:  60)

Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:

الدعاء هو العبادة

"Doa itu adalah seagung-agung ibadah." (HR. Abu Dawud dan selainnya dari Nu'man bin Basyir rodhiyallohu 'anhu, shohih)

Ayat dan hadits tersebut menunjukkan besarnya nilai doa di sisi syariat ini, bahwasanya ia itu adalah kewajiban ibadah yang paling agung dan amatlah besar ancaman Alloh bagi orang-orang yang tidak mau mengamalkannya.

DENGAN APA KAUM MUSLIMIN ITU TERTOLONG?



بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Ini adalah sebuah kalimat yang bagus dan nasehat berharga -pantas untuk ditulis dengan tinta emas- dari salah seorang ulama' robbani yang telah menghabiskan umur mereka untuk membimbing umat ini kepada jalan kebenaran. Beliau adalah Imam Al Albaniy rohimahulloh ta'ala, semoga Alloh ta'ala merohmatinya dan menempatkannya di dalam jannah-Nya yang luas…

Beliau rohimahulloh mengatakan:

Kerjasama Dengan Kaum Kafir Guna Perangi TERORISME



بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والعاقبة للمتقين ولا عدوان إلا على الظالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، أما بعد

Dalam pembahasan ulama tentang nawaqidh al Islam (pembatal-pembatal keislaman), disebutkan bahwa diantara pembatal keislaman seseorang adalah upaya mendukung dan menolong kaum musyrikin dan kafir untuk menyerang dan memusuhi kaum muslimin.

Firman Alloh ta'ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nashrani sebagai sekutu dan penolong untuk memerangi ahli iman. Hal itu karena mereka tidak menyukai kaum mukminin. Yahudi saling mendukung dan menolong sesama mereka, demikian juga Nashrani. Keduanya bersatu untuk melawan dan memusuhi kalian. Sedangkan kalian -wahai kaum mukminin- lebih pantas untuk saling menolong di antara kalian. Siapa di antara kalian yang menolong dan mendukung mereka, maka dia telah menjadi bagian dari mereka dan hukumnya seperti hukum yang berlaku bagi mereka. Sungguh Alloh tidak menunjuki orang-orang dholim yang loyal terhadap kaum kafir." (Tafsir Muyassar QS. Al Maidah: 51)

Firman Alloh ta'ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا آبَاءَكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْإِيمَانِ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman dengan membenarkan Alloh dan Rosul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, janganlah kalian menjadikan kerabat kalian, baik bapak-bapak, saudara-saudara kalian dan seterusnya sebagai wali-wali, yaitu dengan kalian bongkar rahasia-rahasia muslimin serta meminta nasehat kepada mereka pada urusan-urusan kalian, selama mereka di atas kekufuran dan memusuhi Islam. Siapa yang menjadikan mereka sebagai wali dengan mencintai mereka, maka ia telah bermaksiat terhadap Alloh ta'ala dan telah mendholimi dirinya dengan kedholiman yang besar." (Tafsir Muyassar QS. At Taubah: 23)

Mereka Itu Adalah KHOWARIJ



بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والعاقبة للمتقين ولا عدوان إلا على الظالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله، أما بعد

Ini adalah suatu pertanyaan yang terlontar tentang hukum kelompok-kelompok sempalan, seperti Al Qaedah, ISIS dan yang semisalnya, apakah termasuk Khowarij ataukah tidak? Dijawab oleh Syaikh Abu Hatim Yusuf bin 'Ied Al 'Anabi Al Jazairiy hafidhohulloh.

Pertanyaan:

ورد سؤال: ما حكم القول بأن القاعدة أو جماعة داعش مبتدعة وليسوا خوارج؟

"Apa hukum ucapan seseorang bahwa Al Qaedah atau kelompok Da'isy (ISIS) itu adalah sekedar mubtadi'ah (ahli bid'ah) dan bukan khowarij?"

Jawaban Syaikh Yusuf bin 'Ied Al 'Anabiy Al Jazairiy:

HARI-HARI RAYA UMAT ISLAM



بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى والدين الحق ليظهره على الدين كله وكفى بالله شهيدا، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، أما بعد

Hari raya termasuk sesuatu yang diatur oleh syariat Islam yang mulia, sehingga penentuannya harus berdasarkan ketentuan agama yang bersandar kepada Al Kitab dan As Sunnah dengan pemahaman salaful ummah, tidak diserahkan kepada akal-akal dan selera masing-masing umat.

Perlu diketahui bahwa umat Islam hanyalah memiliki lima hari raya yang dibagi menjadi hari raya tahunan dan hari raya pekanan berdasarkan Al-Quran, As-Sunnah dan ijma’ ulama. Hari-hari raya tersebut adalah: ‘Idul Fithri (1 Syawal), hari ‘Arofah (9 Dzulhijjah), ‘Idul Adhha (10 Dzulhijjah), hari-hari Tasyriq (11-13 Dzulhijjah) pada setiap tahunnya dan hari Jum’at pada setiap pekannya. Tidaklah Alloh -ta’ala- dan Rosul-Nya -shollallohu ‘alaihi wa sallam- menjadikan selainnya sebagai tambahan hari raya bagi umat Islam. Hal ini sudah menjadi kesepakatan para ulama Islam. (lihat Al-Muhalla: 3/293, karya Ibnu Hazm -rohimahulloh-)

SERUAN ANTI TERORISME



بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والعاقبة للمتقين ولا عدوان إلا على الظالمين والصلا ة والسلام على عبد الله ورسوله نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن سار على نهجه واقتفى أثره إلى يوم الدين أما بعد

Sehubungan dengan semakin merajalelanya gerakan terorisme dari beberapa kelompok yang mengaku Islam di bumi Alloh ini, yang meresahkan serta mengganggu kehidupan kaum muslimin dunia, maka para ulama Islam menegaskan bahwa gerakan terorisme apapun bentuknya merupakan kejahatan yang besar, kedholiman dan permusuhan yang bertentangan dengan syariat Islamiyah serta fithroh manusia yang suci. Pelakunya pantas mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh syariat Islam.

Ketegasan dan seruan anti teroris tersebut telah dikeluarkan oleh Hai'ah Kibar Ulama (Badan Ulama Besar) Saudi Arabia -pimpinan Mufti Syaikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Muhammad Alusy-Syaikh hafidhohulloh-, yang telah melakukan pertemuan khususnya pada putarannya ke-80 yang diselenggarakan mulai tanggal 19 Dzulqo'dah 1435 di kota Riyadh.

Pada kesempatan kali ini, akan kami sarikan isi seruan tersebut agar seluruh kaum muslimin waspada terhadap gerakan terorisme tersebut dan terhindar dari kejelekan yang ada padanya:

Menghadiri Kajian Ulama Yang Diselenggarakan Oleh Hizbiyyun



بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين ولا عدوان إلا على الظالمين وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، أما بعد

Berkaitan dengan hukum menghadiri acara kajian atau muhadhoroh yang diselenggarakan oleh para hizbiyyun, maka kami telah menanyakan hal ini kepada sebagian para masyayikh sunnah di Yaman. Silahkan menyimak tanya-jawab bersama mereka secara tertulis berikut ini, semoga bermanfaat.

Pertanyaan:

تقام المحاضرات في المساجد من قبل الحزبيين أصحاب المنهج الأفيح، والذي يحاضر فيها يعتبر من مشايخ أهل السنة مثل الشيخ عبد الرزاق بن عبد المحسن العباد وأمثاله من مشايخ السعودية، فهل يجوز لنا حضور مثل هذه المحاضرات ثم ننصرف بعد الفراغ منها؟ وجزاكم الله خيرا على الإجابة

"Sehubungan dengan diselenggarakannya muhadhoroh (kajian-kajian) di masjid-masjid oleh para hizbiyyun yang notabene mereka itu adalah orang-orang yang bermanhaj afyah (yaitu manhaj agama yang terlalu longgar, meluas serta lembek terhadap ahli bid'ah dan pengikut hawa nafsu) dan diisi oleh seseorang yang masih teranggap sebagai masyayikh ahlussunnah seperti Syaikh Abdurrozzaq bin Abdulmuhsin Al Abbad dan selainnya yang seperti beliau dari masyayikh Saudi. Apakah diperbolehkan bagi kita untuk menghadiri kajian tersebut dan kita beranjak pulang setelah selesainya acara tersebut? Jazakumullohu khoiron atas jawabannya."